April 3, 2025

Tweetstamp > Berselancar Di Media Sosial

Media sosial menjadi media yang sangat menarik untuk di telik lebih dalam dengan segala kemajuannya.

Media Sosial, Dampak Terhadap Komunikasi dan Emosi Generasi Muda

Perkembangan teknologi digital tentu membawa perubahan dalam masyarakat, terlebih dengan hadirnya media sosial. Hingga Januari 2023, jumlah pengguna media sosial di Indonesia tercatat mencapai 167 juta orang. Jumlah ini setara 78 persen dari jumah total pengguna internet di Indonesia yang mencapai 212,9 juta.

Hal tersebut membuktikan bahwa media sosial merupakan platform yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Adapun media sosial yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia adalah WhatsApp, Instagram, Facebook,TikTok, Telegram, Twitter, hingga Facebook Messenger.

Data ini sejalan dengan hasil survei yang di lakukan Super Radio kepada 55 responden di braxtonatlakenorman.com kawasan Surabaya, Sidoarjo dan Gresik dengan rentang usia 17 – 25 tahun pada 20-24 Juni 2023. Rerata dari mereka menggunakan media sosial Instagram, WhatsApp, TikTok, Twitter, hingga Facebook.

Dari survei tersebut, sebanyak 49,1 persen responden menghabiskan lebih dari 4 jam dalam sehari untuk berselancar di dunia maya. Lalu 23,6 persen responden menghabiskan 1-2 jam per hari menggunakan media sosial, serta 20 persen responden menghabiskan 3-4 jam per hari untuk bermedia sosial, dan 7,3 persen responden menggunakan media sosial dengan durasi kurang dari satu jam per hari.

Adapun tujuan mereka menggunakan media sosial diantaranya untuk mencari informasi terkini, mencari hiburan dan inspirasi, serta tetap terhubung dengan rekan yang jauh dari jangkauan dan menambah teman baru, hingga mengisi waktu luang.

Menariknya, berdasarkan hasil survei menunjukkan, sebanyak 46 persen responden, rileks setelah menggunakan media sosial, sementara 39 persen diantaranya justru merasa sensitif dan sisanya tidak merasakan emosi apapun.

Adapun salah satu emosi sensitif yang dirasakan responden adalah tersinggung dengan postingan orang lain. Dimana sebanyak 20 responden merasa sering tersinggung dengan postingan orang lain, lalu 9,1 persen merasa sangat sering tersinggung, 36,4 persen mengaku jarang tersinggung, dan 34,5 persen tidak pernah tersinggung.

Baca Juga : 9 Fakta Yang Jarang Diketehui Oleh Orang Tentang Facebook

“Postingan yang membuat saya tersinggung misalnya status WhatsApp orang dikenal berupa kata-kata yang seolah-olah mengomentari atau sedang ngomongin saya. Kalau update di medsos lain seperti Instagram atau Facebook jangkauannya lebih luas jadi kurang merasa tersinggung. Sementara kalau WhatsApp lebih privat dan sebagain besar emang bener-benar kenal,” ujar Shel, salah satu responden.

“Postingan yang sesuai dengan permasalahan yang terjadi. Contohnya, pada saat itu orang tersebut sedang berselisih dengan kita karena permasalahan waktu. Kemudian orang tersebut tidak lama memposting sebuah postingan yang menyinggung soal waktu,” kata AO (inisial responden).

Postingan lain yang membuat responden merasa tersinggung diantaranya adalah body shamming, ujaran kebencian terhadap seseorang, postingan yang bersifat defensif dengan kata-kata kasar, adanya unsur rasis dan diskriminatif. Termasuk konten flexing atau pamer kekayaan, hingga postingan kesuksesan yang belum bisa digapai responden.

“Salah satu postingan yang membuat saya mengalami emosi negatif adalah pamer dengan menyinggung,” kata Anggita.

Dari hal tersebut, sebanyak 37 persen responden mengaku emosi negatif seperti tersinggung setelah menggunakan media sosial memengaruhi relasi di kehidupan nyatanya. Kemudian 15 persen merasa tidak terlalu berpengaruh dengan kehidupan nyatanya dan 48 persen mengaku tidak berpengaruh pada kehidupan sehari-harinya.

Sebanyak 76 persen responden berpendapat bahwa lingkungan eksternal diri dapat memengaruhi emosinya. Lalu 13 persen menganggap tidak berpengaruh dan 11 persen sisanya merasa biasa saja.

Share: Facebook Twitter Linkedin

Comments are closed.